Hidrokarbon


Sekilas tentang Hidrokarbon

Senyawa organik → senyawa karbon

Hidrokarbon → senyawa yang mengandung atom C (karbon) dan H (hidrogen)

Yang berhasil mensintesis senyawa karbon pertama kali adalah Frederich Wohler

Cara menunjukkan C dan H dalam zat organik: uji pembakaran

Sampel + oksidator → CO2(g) + H2O(l)

CO2(g) + Ca(OH)2(aq) → CaCO3(s) + H2O(l)

→ air kapur (Ca(OH)2) menjadi keruh, menunjukkan adanya C

→ kertas kobalt biru menjadi merah muda, menunjukkan adanya air

 

Keunikan Atom Karbon

  1. Mempunyai 4 elektron valensi → untuk mencapai konfigurasi oktet membentuk 4 ikatan kovalen
  2. Jari-jari atom relatif kecil (karena hanya mempunyai 2 kulit atom), sehingga: ikatan kovalen relatif kuat dan dapat membentuk ikatan rangkap dan rangkap

 

 

Macam-Macam Rantai Karbon

Alifatik (lurus)

Contoh: C – C – C – C → jenuh (tidak ada ikatan rangkap)

C = C – C → tidak jenuh

C ≡ C – C → tidak jenuh

Alisiklik (melingkar) → jenuh

Contoh:

hidrokarbon_01

Aromatik (melingkar dengan ikatan rangkap berselang-seling) → tidak jenuh

Contoh:

hidrokarbon_02

Jenis-Jenis Atom C

  1. C primer → terikat langsung pada 1 atom karbon
  2. C sekunder → terikat langsung pada 2 atom karbon
  3. C tersier → terikat langsung pada 3 atom karbon
  4. C kuartener → terikat langsung pada 4 atom karbon

 

Perbandingan Sifat Senyawa Organik dengan Senyawa Anorganik

hidrokarbon_03

Jenis-Jenis Senyawa Hidrokarbon

hidrokarbon_04

Nama Beberapa Alkana Berantai Lurus

hidrokarbon_05

Nama Trivial untuk Beberapa Gugus Alkil yang Biasa

hidrokarbon_06Ilustrasi

hidrokarbon_10

 

Cara Penamaan

→  Ambil rantai terpanjang sebagai rantai induk

→  Beri nomor tiap atom C

Prioritas penomoran:

Alkana

→ Nomor cabang harus yang terkecil

Contoh:

hidrokarbon_07

→ Jika nomor sama, tapi jenis cabang berbeda, cabang yang ditulis lebih dulu (sesuai urutan abjad depannya) mendapat nomor yang lebih kecil

Contoh:

hidrokarbon_08

Alkena, alkuna, alkadiena, dst.

→ Nomor ikatan rangkap yang terkecil

→ Jika nomor ikatan rangkap dari kiri dan kanan sama, pilih nomor cabang yang terkecil

→ Beri nama mulai dari cabang (urut abjad, kecuali sekunder dan tersier, tetap lihat yang di belakangnya, contoh: sekunder butil), kemudian diakhiri dengan nama rantai induk

→ Posisi cabang / ikatan rangkap dinyatakan dengan awalan angka

→ Antara angka dengan angka dipisahkan dengan tanda koma (,)

→ Antara angka dengan huruf dipisahkan tanda jeda (-)

→ Jika jumlah cabang yang sama lebih dari 1, diberi awalan sebagai berikut:

hidrokarbon_11

Beberapa contoh penamaan:

hidrokarbon_12

 

Kegunaan

hidrokarbon_09

Sifat-Sifat Hidrokarbon

Sifat-Sifat Fisis

Titik cair dan titik didih

→ untuk jumlah atom C yang sama, alkana lebih tinggi dari alkena

→ semakin panjang rantai (semakin besar Mr) titik leleh, titik didih, dan massa jenisnya makin tinggi

→ Untuk jumlah atom C yang sama, isomer bercabang mempunyai titik didih dan titik leleh yang lebih rendah.

→ Untuk alkana, pada suhu kamar (25°C), C1 – C4 berwujud gas, C5 – C17 cair, C18 – dst padat

Kelarutan

Semua sukar larut dalam air, lebih mudah larut dalam pelarut nonpolar seperti CCl4.

 

Sifat Kimia (Reaksi-Reaksi)

Alkana → tergolong sukar beraksi sehingga disebut parafin.

Pembakaran (reaksi dengan O2)

→ sempurna menghasilkan CO2 dan H2O

→ tak sempurna mengasilkan CO dan H2O, atau jelaga (partikel karbon)

Substitusi (penggantian) → penggantian gugus H oleh gugus lain

Contoh: klorinasi metana (penggantian atom H oleh atom klorin)

CH4 + Cl2 → CH3Cl + HCl

Urutan substitusi → C tersier, C sekunder, C primer

Perengkahan/cracking

→ pemutusan rantai karbon menjadi potongan-potongan yang lebih pendek

→ dapat terjadi bila dipanaskan pada suhu dan tekanan tinggi tanpa oksigen

→ Contoh:

C14H30 → C7H16 + C7H14

Alkena → lebih reaktif dari alkana karena ada ikatan rangkap

Pembakaran (reaksi dengan O2)

→ sempurna menghasilkan CO2 dan H2O

Adisi (penambahan = penjenuhan/pemecahan ikatan rangkap)

Contoh:

CH2 = CH2 + H2 → CH3 – CH3

CH2 = CH – CH3 + Cl2 → CH2Cl – CHCl – CH3

CH2 = CH – CH3 + HCl → CH3 – CHCl – CH3

(H ikut yang C-nya lebih banyak dari kedua C yang berikatan rangkap)

Polimerisasi → penggabungan molekul-molekul sederhana (monomer) menjadi molekul besar (polimer)

Contoh: polimerisasi etena menjadi polietena

nCH2 = CH2 → n ..– CH2 – CH2 – … – CH2 – CH2 – …

Alkuna

→  mirip dengan alkena, tapi untuk adisi butuh pereaksi dua kali lebih banyak

Contoh: H – C ≡ C – H + 2H2 → CH3 – CH3

About alicealc

a private teacher, teaches Math, Physics, and Chemistry for Junior High and High School students :)
This entry was posted in Kimia (Indonesia) and tagged , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Hidrokarbon

  1. Basuki Yusak says:

    penjelasan/ulasan yang menarik dan gamblang

  2. Nurmala says:

    Maaf kak seblm.y… Aku udah coba gambar.. Tp aku masih pusing bgmn cara tentukn batas.y maklum ini baru tugas pertama dan blm ad contoh soal yg di kasi., mohon bantuan.y kak… Terimah kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s