Materi dan Perubahannya


Perubahan fisika → tidak mengubah jenis materi (hanya perubaan wujud)

Perubahan kimia / reaksi kimia → menimbulkan materi baru, ditandai:

  • timbulnya gas
  • timbulnya endapan
  • perubahan warna
  • perubahan suhu

Penggolongan materi:

Perbedaan senyawa dan campuran:

Pemisahan campuran:

  • Pengayakan → pemisahan zat padat dari zat padat berdasarkan ukuran partikel
  • Menggunakan magnet → memisahkan bahan yang bersifat magnetik dan nonmagnetik
  • Dekantir → pemisahan zat padat dari zat cair (zat padat ukurannya cukup besar sehingga mengendap di bagian bawah cairan)
  • Filtrasi / penyaringan → pemisahan zat padat dari zat cair (zat padat ukurannya kecil dan tersebar)
  • Sentrifugasi → pemisahan zat padat dari zat cair dengan volume kecil (zat padat ukurannya kecil dan tersebar)
  • Kristalisasi / Evaporasi → penguapan zat cair untuk memperoleh zat padat yang terkandung di dalamnya
  • Pelarutan → memsiahkan zat-zat dalam campuran yang mempunyai perbedaan kelarutan dalam pelarut
  • Sublimasi → memisahkan zat-zat yang menyublim ketika dipanaskan
  • Distilasi → pemisahan berdasarkan perbedaan titik didih
  • Corong pisah → memisahkan 2 cairan yang tidak saling melarutkan dalam suatu campuran
  • Kromatografi → memisahkan zat-zat penyusun dalam suatu campuran karena:
  1. perbedaan daya adsorpsi zat-zat penyusun dengan permukaan zat inert
  2. perbedaan kelarutan zat-zat penyusun dalam fase gerak
  3. keduanya

Macam-macam kromatografi:

  1. Kromatografi kertas → untuk memisahkan zat-zat pewarna pada tinta / bahan pewarna
  2. Kromatografi kolom → digunakan untuk memisahkan pigmen-pigmen yang terdapat dalam tumbuhan
  3. Kromatografi lapisan tipis → = kromatografi kertas
  4. Kromatografi gas

 

Kadar zat dalam campuran:

dapat dinyatakan dalam persen maupun bpj (bagian per juta) atau ppm (parts per million

*jika yang ditanya %volume, massa diganti volume

 

Partikel materi

 

Lambang unsur

→ yang hingga sekarang digunakan dikemukakan oleh Jöns Jakob Berzelius:

  1. Setiap atom dilambangkan dengan 1 huruf besar, yaitu huruf awal dari nama Latin unsur
  2. Unsur yang memiliki huruf awal yang sama, lambangnya dibedakan dengan menambahkan satu huruf lain kecil

→ Untuk unsur bernomor atom di atas 100, aturannya:

  1. Nama unsur berakhir dengan –ium, baik unsur logam maupun nonlogam
  2. Nama didasarkan pada nomor atom unsur, yaitu:
0 = nil 2 = bi 4 = quad 6 = heks 8 = okt
1 = un 3 = tri 5 = pent 7 = sept 9 = enn

Contoh: 106 = un nil heks ium → unilheksium (Unh)

About alicealc

a private teacher, teaches Math, Physics, and Chemistry for Junior High and High School students :)
This entry was posted in Kimia (Indonesia) and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s